BEKISARMEDIA.ID — Derry Herlangga secara resmi menyatakan pamit dan mengakhiri kerja samanya dengan Sriwijaya FC, pada hari Jum’at, tanggal 22 Mei 2026.
Keputusan ini diambil seiring dengan berakhirnya masa kontrak para pemain, pasca putaran ketiga yang diketahui telah jatuh tempo pada 15 Mei lalu.
Hengkangnya bek sayap ini, menambah daftar pemain yang meninggalkan klub di tengah belum adanya kepastian manajemen guna menyongsong kompetisi Liga Nusantara musim 2026/2027.
Pasca pembubaran tim menyusul laga terakhir kontra Adhyaksa, hingga kini para penggawa Laskar Wong Kito dikabarkan belum mendapatkan kejelasan terkait perpanjangan kontrak.
Kondisi finansial yang belum stabil, membuat manajemen tim kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan itu masih belum memberikan jawaban pasti bagi para pemain, untuk memperkuat tim di musim mendatang.
Ungkapan Kebanggaan di Tengah Krisis Finansial
Dalam pernyataan perpisahannya, Derry Herlangga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada manajemen dan tim pelatih, atas kesempatan membela tim berjuluk Elang Andalas tersebut.
Meski kebersamaannya tergolong singkat, Derry Herlangga mengaku masa baktinya di putaran ketiga musim 2025/2026 ini memberikan kesan mendalam secara emosional.
“Saya ucapkan terima kasih untuk musim 2025/2026. Singkat tapi penuh makna, itulah yang bisa saya gambarkan saat membela Sriwijaya FC di putaran ketiga ini,” ungkap Derry, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari sejarah tim yang pernah meraih gelar double winner tersebut. Namun, Derry juga tidak menampik adanya berbagai kendala berat yang harus dihadapi para pemain sepanjang musim, mulai dari isu tunggakan gaji hingga masalah teknis lapangan, yang menyebabkan Sriwijaya FC kesulitan bermain di markas utama mereka, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang.
Komitmen Melawan Arus demi Laskar Wong Kito
Derry menyebut keputusannya bertahan hingga akhir kompetisi adalah bentuk loyalitas kepada klub yang sarat akan sejarah ini. Ia mengaku tetap berjuang maksimal, meski situasi tim sedang dalam kondisi yang tidak ideal, akibat keterbatasan dana operasional.
“Saya merasa seperti melawan arus. Di saat banyak pemain lain memilih meninggalkan tim ini karena situasi sulit, saya memutuskan untuk tetap bertahan dan berjuang membela tim kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan ini sampai titik terakhir,” tegasnya.
Terkait langkah selanjutnya, Derry mengaku ingin mengambil waktu jeda untuk berkumpul bersama keluarga, sebelum menentukan pelabuhan barunya di bursa transfer mendatang.
Baginya, Sriwijaya FC akan selalu menjadi tim besar yang memiliki tempat khusus di hatinya, meskipun saat ini sedang berjuang keluar dari jerat masalah pendanaan.
“Kebanggaan tetaplah kebanggaan, terima kasih Elang Andalas. Sampai bertemu lagi nantinya,” pungkas Derry menutup pernyataannya. (ohs)
