Statistik Pertandingan Sumsel United vs Sriwijaya FC di Putaran Ketiga Pegadaian Championship

PERTANDINGAN540 Dilihat

laskarwongkito.id — Derbi Sumatra Selatan (Sumsel) pada pekan ke-21 Pegadaian Championship musim 2025/2026, berakhir pahit bagi Sriwijaya FC (SFC). Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, hari Sabtu malam, tanggal 28 Februari 2026, SFC harus mengakui keunggulan Sumsel United dengan skor telak 0-3.

Tiga gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Oktovianus Otto Kapisa di menit ke 5, Jacinto Junior Conceicao Cabral pada menit ke-22, serta Muchlishin Azis Hutagalung pada menit ke-64. Sementara itu, SFC gagal membalas, meski berupaya menekan di beberapa momen pertandingan.

Secara statistik, Sumsel United tampil lebih dominan. Berdasarkan data pertandingan, mereka mencatatkan 56 persen penguasaan bola, berbanding 44 persen milik SFC. Dalam hal produktivitas serangan, Sumsel United melepaskan 16 tembakan dengan delapan di antaranya tepat sasaran. Adapun SFC, hanya mencatatkan delapan tembakan dan empat yang mengarah ke gawang.

Akurasi tembakan Sumsel United juga lebih baik dengan 67 persen, sedangkan klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, berada di angka 58 persen. Dari sisi distribusi bola, Sumsel United mencatat 329 umpan sukses, unggul atas 263 umpan sukses yang dibukukan SFC.

Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Tercatat 16 pelanggaran dilakukan oleh Sumsel United dan 10 oleh SFC. Wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Sumsel United, dan satu kartu kuning untuk Sriwijaya FC. Tidak ada kartu merah dalam laga ini.

Kekalahan ini memperberat langkah SFC untuk keluar dari tekanan di papan bawah klasemen. Tambahan nol poin membuat peluang mereka untuk bertahan di kompetisi telah berakhir, mengingat jarak poin dengan tim di atasnya cukup signifikan, dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit.

Sebaliknya, kemenangan ini memperkokoh posisi Sumsel United di papan atas klasemen sementara. Tambahan tiga poin menjaga peluang mereka untuk bersaing di jalur promosi menuju kasta tertinggi musim depan.

Derbi ini bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi juga tentang arah masa depan sepak bola Sumsel. Sriwijaya FC, klub yang berdiri pada 23 Oktober 2004 dan pernah menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel, kini berada di persimpangan jalan. Evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, menjadi hal yang tidak terhindarkan. (abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *