SFC di Ujung Tanduk, Derbi Sumsel Penentuan!

laskarwongkito.id — Sriwijaya FC (SFC) menghadapi laga krusial pada pekan ke-21 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Klub yang berjuluk Laskar Wong Kito itu, dijadwalkan bertemu Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang, hari Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 20.30 WIB.

Pertandingan ini menjadi penentuan nasib bagi SFC yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Hingga pekan ke-20, klub yang berdiri pada 23 Oktober 2004 itu, masih tertahan di posisi ke-10 klasemen sementara, dengan perolehan dua poin hasil dua kali imbang dan delapan belas kekalahan.

Secara matematis, peluang SFC untuk bertahan di Pegadaian Championship kian menipis. Dengan sisa enam pertandingan, tambahan tiga poin atas Sumsel United menjadi harga mati, apabila ingin menjaga asa bertahan. Tanpa kemenangan di laga ini, peluang mengejar pesaing terdekat akan semakin berat.

Saat ini, posisi di atas SFC ditempati oleh PERSEKAT, yang telah mengoleksi 22 poin dari 20 laga, dengan catatan lima kemenangan, tujuh hasil imbang, dan delapan kekalahan. Selisih poin yang cukup jauh, membuat SFC tidak hanya wajib menang, tetapi juga berharap hasil kurang maksimal dari para pesaingnya di papan bawah.

Di sisi lain, Sumsel United datang dengan motivasi berbeda. Tim asuhan Nilmaizar itu, kini menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 34 poin dari 20 pertandingan. Kemenangan atas SFC akan memperkuat peluang mereka menembus dua besar Grup 1, sekaligus membuka jalan promosi ke kasta tertinggi musim depan melalui jalur play-off maupun promosi langsung.

Duel sesama tim asal Sumatra Selatan (Sumsel) ini dipastikan sarat gengsi. Selain mempertaruhkan posisi klasemen, laga juga menyentuh aspek emosional suporter yang menginginkan kebangkitan sepak bola daerah.

Manajemen dan pemain SFC, termasuk Rangga Pratama dan rekan-rekan, diharapkan mampu tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri. Dukungan publik Sumsel diyakini menjadi faktor penting untuk membakar semangat tim dalam laga hidup dan mati itu. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *